Normatif dan Historis dalam Studi Islam

 

Normatif dan Historis dalam Studi Islam

     Dalam mempelajari studi Islam terdapat beberapa aspek dan pendekatan yang penting untuk diketahui dan dipahami, karena itu merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dan dipisahkan keberdaannya dalam keilmuan Studi Islam. Sebagaima Prof. amain Abdulloh berpandangan akan ada dua aspek keislamaan, yaitu aspek normatif dan aspek historis.

     Pendekatan normatif dalam Studi Islam adalah pendekatan yang memandang agama dari sisi ajaran, dogma dan keyakinan yang asli dan pokok berasal dari Al-Qur’an. Dari pengertian tersebut dapat diketahui beberapa komponen penting dalam aspek normatif agama Islam yaituberupa Al-Qur’an, hadits, rukun iman dan islam, ihsan, dan lain sebagainya. Komponen-komponen  tersebut merupakan bagian dari ajaran, dogma dan norma-norma yang pokok dan berasal dari Tuhan dengan kata lain tidak ada pihak manapun yang mengintervesinya. Selain beberapa komponen tersebut, pendekatan normatif juga memiliki sifat yang mengingakat kepadanya, yaitu bersifat mutlak yang artinya norma-norma ini berlaku secara pasti dan harus diimplementasikan oleh para penganutnya, ideal yang berarti norma-norma ini memiliki karakteristik yang ideal atau pas dalam mengatur kehidupan duniawi dan ukhrawi para pemeluknya, dan bersifat sejati yang bermakna bahwa norma-norma ini adalah asal muasal dari dan hakikat sebenarnya dari ajaran agama yang kemudian berkembang semakin kompleks.

     Sedangkan aspek historis dalam ilmu Studi Islam dapat dikatakan tentang apa yang terjadi serta proses terjadi dan berkembangnya sebuah interpretasi atau penafsiran dan resepsi atau penerimaan. Jadi, dalam perjalanan panjang Agama Islam itu sendiri telah terjadi proses interpretasi baik secara langsung atau tidak atas ajaran atu norma-norma agama karena tuntutan perkembangan zaman yang semakin kompleks permasalahannya dan semakin butuhnya interpretasi baru dalam menyelesaikan semua problematika kehidupan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Adapun pada subtema terjadinya resepsi terdapat dua pengkasifikasian, yang pertama adalah resepsi yang bersifat informatif yaitu tindakan penerimaan atas sesuatu dari segi informasinya dan yang kedua adalah resepsi yang bersifat peformatif yaitu sebuah tindakan penerimaan atas sesuatu darii segi aksi atau aktualisasinya. Sebagai contoh dari keduanya adalah berbedanya antara Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi dalam memahami dan mengambil hujjah atas hadis Nabi tentang kesembuhan seseorang yang sakit berkat bacaan surat al-fatihah dan kemudian dia memberi imbalan kepada si pembaca surat al-fatihah itu. Di satu sisi Imam Bukhori menjadikan hadits ini sebagai dalil kebolehan menerima imbalan atas bacaan A-Qur’an dan di sisi lain Imam Tirmidzi menjadikan hadits ini sebagai dalil keutamaan surat al-fatihah yang dapat dijadiakn obat penyembuh baagi seseorang yang sedang sakit. Adapun mengenai pendekatan historis dalam Studi Islam memiliki artian tersendiri yaitu sebuah usaha yang sistematis untuk mengetahui, memehami dan membahas  dari sisi sejarahnya menngenai seluk beluk agama Islam secara mendalam. Lebih jelasnya itu merupakan sebuah studi pendekatan Islam dari segi sejarah perkembangan dan perjalanannya dalam usaha untuk mengetahui hakikat sebenarnya. Contoh penerapan pendekatan historis adalah latar belakang Imam Syafi’i dalam menulis kitab Ar-Risalah adalah sebagai upaya dalam mencoba menselarkan atau mengambil jalan tengah atas jurang pemahan yang terjadi diantara metode para ahlur ra’yi dan ahlul hadist.

     Adapun contoh dari dua aspek atau pendekatan tersebut adalah firman Tuhan akan adanya jasad Fir’aun yang diawetkan oleh Tuhan sebagai bahan pembelajaran bagi ummat  yang akan datang, ini merupakan bagian dari normatif agama dan upaya pencarian jasad Fir’aun oleh sebagian ilmuan dan akhirnya berhasil yang kemudian menjadi bahan bukti kebenaran Tuhan, ini merupakan bagian dari historis agama. Dari contoh tersebut mempertegas bahwa normatif dan historis adalah salah satu diantara sekian banyak aspek penting dalam keilmuwan Studi Islam yang sangat berguna dalam upaya memahami segala dinamika yang berkaitan dengan studi keislaman secara mendalam.

Komentar