Mengenal Lambang Negara

 

Mengenal Lambang Negara

     Lambang negara Indonesia adalah  burung garuda yang didalamnya termuat simbol-simbol yang merepresantikan nilai-nilai Pancasila. Lambang sendiri berarti adalah sesuatu yang menjadi tanda akan sesuatu itu sendiri dan mengandung makna atau maksud tertentu. Jadi, dapat diartikan bahwa lambang negara adalah adalah sebuah simbol yang menjadi tanda dan ciri khas bagi negara tersebut serta lambang itu sendiri memiliki makna yang terkandung didalamnya sebagai bentuk representasi dari negara tersebut.

     Lambang garuda Pancasila memiliki sejarahnya tersendiri, yaitu dimulai setelah di proklamasikannya negara ini, para tokoh bangsa merasa perlu adanya sebuah simbol yang menjadi lambing bagi negara ini. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah panitia khusus dalam pembentukan lambang negara dengan nama panitia lencana negara. Kemudian terpilihlah dua rancangan terbaik lambing negara milik Sultan Hamid II dan Muhammad Yamin. Namun pada proses selanjutnya rancangan Sultan Hamid II diterima, sedangkan Muhammad Yamin tersingkirkan karena mengandung unsur sinar matahari yang disinyalir merupakan pengaruh budaya Jepang. Akhirnya, setelah melalui beberapa perubahan, pada tanggal 11 Februari 1950 sidang kabinet Republik Indonesia Serikat meresmikan rancangan lambang negara Indonesia karya Sultan Abdul Hamid II. Selanjutnya, Presiden Sukarno pada tanggal 20 Maret 1950 memerintahkan untuk me-redesain ulang lambang garuda dengan beberapa perubahan pada penambahan jambul kepala garuda, posisi cakar kaki garuda yang semula dibelakang jadi didepan dan pemfinalisasian tata warnanya.

     Banyak perbedaan dari para tokoh yang berpendapat asal-usul pengambilan lambang garuda ini, ada yang menyebutkan dari makhluk mitologi hindu, burung rajawali Sayyidina Ali dan elang jawa. Namun terlepas dari perdebatan tersebut, inti dari nilai burung garuda ini melambangkan ketinggian, keluhuran, kekuatan, dan kegagahan yang dimiliki bangsa Indonesia. Adapun kepala burung garuda pancila yang menghadap kanan melambangkan kebajikan yang dimana pada umumnya kanan adalah lambang bagi kebajikan dan kebenaran.  Selanjutnya  jumlah dari seluruh bulu Garuda Pancasila adalah melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia, yaitu pada tanggal 17 Agusus 1945. Rinciannya adalah sebagai berikut:

-          45 helai bulu di bagian leher

-          17 helai bulu pada masing-masing sayap

-          19 helai bulu di bagian pangkal ekor

-          8 helai bulu pada ekor

Kemudian makna yang terkandung dalam pengambilan warna bagi burung garuda adalah:

-          Kuning sebagai lambang kesuburan, kemegahan dan keluhuran

-          Hijau sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran

-          Merah sebagai lambang keberanian dan kebenaran

-          Hitam sebagai lambang keabadian dan kehormatan

-          Putih sebagai lambang kesucian, kebenaran dan kemurnian

Kemudian makna yang terkandung dalam lambang sila-sila Pancasila adalah:

-          Sila ke-1 adalah bintang tunggal dalam perisai yang melambangkan cahaya kerohanian yang dipancarkan Tuhan kepada setiap hambanya dengan perisai kuat anugerah besar Tuhan atas Negara ini

-          Sila ke-2 adalah rantai emas berbentuk segi empat dan lingkaran yang melambangkan laki-laki dan perempuan yang bersatu sebagai makhluk social dan menciptakan ikatan yang kuat bagai rantai

-          Sila ke-3 adalah pohon beringin yang melambangkan persatuan bangsa yang kokoh bagai akarnya dan Negara hadir sebagai tempat berteduh yang menyejukan bagi semua rakyatnya

-          Sila ke-4 adalah kepala banteng yang melambangkan perkumpulan permusyawaratan yang dimiliki bangsa ini bagai banteng yang merupakan hewan social yang suka berkerumun dan berkumpul bersama sekawananya

-          Sila ke-5 adalah padi dan kapas yang melambangakan pangan dan sandang yang merupan kebutuhan dasar manusia, begitupula dengan keadilan yang menjadi kebutuhan dan hak dasar bagi setiap warga negara  

Kemudian makna dari pita putih yang dicengkeramnya adalah lambang garis khatulistiwa yang melewatin sebagian wilayah Indonesia dan makna dari tulisan “ Bhineka Tunggal Ika” adalah melambangkan persatuan dan kesatuan bangsa ini walaupun terdiri dari aneka ragan suku, budaya, ras dan agama.

     Pada hakikatnya, yang terpenting adalah bukan tentang seberapa bagus filosofisnya sebuah lambang negara, tapi yang terpenting adalah seberapa hebat dan makmurnya sebuah negara dalam melayani rakyatnya. Karena tentu kita semua tidak ingin menjadi sesuatu yang elok dimuka tapi busuk didalam. Dengan sebegitu bagusnya filosofis Negara Indonesia ini, kita semua berharap, ini menjadi doa dan pecut kesadaran bagi kemajuan bangsa Indonesia kedepannya.

Komentar